Pemko Padang Panjang Buktikan Komitmen dengan Dampingi Bayi Penderita Hidrosefalus Secara Berkelanjutan
iNews Padangpanjang–Â Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh warganya. Bukti konkret perhatian ini diberikan kepada Muhammad Fauzi, bayi tujuh bulan asal Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Timur, yang telah menderita hidrosefalus sejak lahir.
Perjalanan hidup Fauzi kecil memang penuh dengan tantangan medis yang berat. Dia dilahirkan pada 25 Maret 2025 dari pasangan Irzal dan Yanny Aulia Putri dengan sejumlah komplikasi kesehatan yang langsung memengaruhi tumbuh kembangnya. Hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan adanya pembengkakan pada katup jantung, cairan di paru-paru, serta pembesaran hati yang memerlukan penanganan serius.
Perjuangan Hidup Sejak Dini
Kondisi Fauzi semakin kompleks ketika memasuki usia satu bulan. Tim medis menemukan adanya penumpukan cairan dan pendarahan di otak, kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan intervensi segera. Bayi mungil ini pun harus menjalani dua kali operasi pemasangan selang (shunt) untuk mengeluarkan cairan berlebih dari kepalanya, serta mendapat perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Baca Juga: Gema Pembukaan Piala Gubernur Cup III Pacu Kuda di Padang Panjang Pukau Ratusan Penonton
Perjuangan Fauzi melawan hidrosefalus tidak hanya berhenti di meja operasi. Sejak 12 April 2025, Petugas Puskesmas Kebun Sikolos secara rutin melakukan pendampingan intensif kepada keluarga Fauzi. Pendampingan komprehensif ini meliputi kunjungan ibu nifas, pemeriksaan luka jahitan, pemberian vitamin A dan tablet tambah darah, serta pemantauan berat badan bayi dan edukasi gizi yang berkelanjutan.
Perkembangan yang Menggembirakan
Pemantauan kesehatan Fauzi yang dilakukan secara berkala menunjukkan hasil yang fluktuatif. Berdasarkan catatan medis, berat badannya sempat mengalami pasang surut dari 2,7 kilogram pada Juni menjadi 2,8 kilogram pada Oktober. Namun, kabar menggembirakan datang dari perkembangan terakhir kondisi Fauzi.
“Berat badan Fauzi saat ini sudah mencapai 3,2 kilogram. Kondisinya masih lemah, tetapi menunjukkan perkembangan positif,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Ade Devita, Kamis (23/10/2025).
Ade menjelaskan bahwa pemantauan terhadap kondisi Fauzi dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi lintas unsur, termasuk tenaga kesehatan, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, dan pemerhati kesehatan. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat memastikan Fauzi memperoleh perawatan menyeluruh, baik dari aspek medis maupun sosial.
Pendampingan Holistik
“Kami tidak hanya memantau perkembangan fisiknya, tetapi juga mendampingi keluarga agar memiliki pemahaman tentang gizi balita, kebersihan diri, dan lingkungan,” imbuh Ade.
Pendekatan holistik ini menjadi kunci dalam penanganan kasus Fauzi. Dinas Kesehatan tidak hanya fokus pada penyembuhan medis, tetapi juga membekali keluarga dengan pengetahuan yang cukup untuk merawat Fauzi dengan optimal di rumah. Edukasi tentang pola makan, kebersihan lingkungan, dan deteksi dini komplikasi menjadi bagian dari program pendampingan yang dilakukan.
Edukasi Pencegahan untuk Masyarakat
Selain pendampingan individu, Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang juga terus mengedukasi masyarakat secara luas untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Ade menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi kelahiran dan menekan angka stunting maupun kelainan kongenital.
“Kami mengimbau agar setiap ibu hamil rutin memeriksakan kandungannya di fasilitas kesehatan agar kondisi janin terpantau sejak awal,” pesannya.












