iNews Padang Panjang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama pemerintah daerah se-Indonesia. Rakor ini membahas sejumlah isu strategis, terutama perkembangan harga pangan serta kenaikan tarif tiket pesawat yang dinilai berpotensi memicu tekanan inflasi di daerah.
Keikutsertaan Pemko Padang Panjang menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Fokus Pengendalian Inflasi Nasional dan Daerah
Rakor inflasi yang dipimpin Kemendagri tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan laju inflasi. Pemerintah daerah diminta aktif memantau perkembangan harga kebutuhan pokok serta mengambil langkah antisipatif terhadap potensi gejolak harga.
Pemko Padang Panjang menyatakan siap menindaklanjuti arahan pusat sesuai kondisi dan karakteristik daerah.
Harga Pangan Jadi Sorotan Utama
Dalam rakor tersebut, Kemendagri menyoroti pergerakan harga sejumlah komoditas pangan strategis, seperti beras, cabai, bawang, gula, dan minyak goreng. Fluktuasi harga pangan dinilai masih menjadi penyumbang utama inflasi di berbagai daerah.
Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat langkah-langkah stabilisasi, termasuk melalui operasi pasar, penguatan cadangan pangan, serta optimalisasi distribusi antarwilayah.

Baca juga: Pemko Padangpanjang Terus Dorong Penguatan Karakter Religius Melalui Subuh Mubarakah
Tiket Pesawat Dinilai Berpengaruh pada Inflasi
Selain harga pangan, Kemendagri juga membahas tarif tiket pesawat yang dinilai berkontribusi terhadap inflasi, terutama di daerah yang bergantung pada transportasi udara. Kenaikan harga tiket dapat berdampak pada biaya logistik dan mobilitas masyarakat.
Pemerintah daerah diminta melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta menyampaikan kondisi di lapangan sebagai bahan evaluasi kebijakan nasional.
Langkah Antisipasi Pemko Padang Panjang
Pemko Padang Panjang menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional dan pusat distribusi. Upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk dinas perdagangan, pertanian, dan instansi terkait lainnya.
Pemko juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok.
Perkuat Peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah
Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah diminta mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). TPID diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi kenaikan harga dan merumuskan langkah cepat di daerah.
Pemko Padang Panjang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran TPID agar pengendalian inflasi berjalan lebih efektif dan terukur.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kemendagri menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat agar stabilitas harga dapat terjaga.
Pemko Padang Panjang menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika harga pangan dan transportasi.
Jaga Daya Beli Masyarakat
Pengendalian inflasi diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran agar dampak kenaikan harga dapat ditekan.
Pemko Padang Panjang berkomitmen untuk memastikan kebijakan pengendalian inflasi berpihak pada kepentingan masyarakat.
Komitmen Stabilitas Ekonomi Daerah
Dengan mengikuti rakor inflasi yang digelar Kemendagri, Pemko Padang Panjang berharap dapat terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah. Pemerintah daerah optimistis, melalui koordinasi yang intensif dan kebijakan yang tepat, stabilitas harga dan ekonomi daerah dapat terus terjaga.
Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah demi menjaga kestabilan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.












