Lomba Fashion Show Kostum Daur Ulang Ajang Kreativitas Ramah Lingkungan

i News Padang Panjang – Panggung GOR Bancalaweh Kota Padang Panjang, Kamis (14/8/2025), menjadi saksi atas kreativitas luar biasa dari para pelajar yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui Lomba Fashion Show Kostum Daur Ulang. Kegiatan ini, yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) bekerja sama dengan Lumier Production, sukses menarik perhatian masyarakat setempat dengan karya-karya busana yang unik dan ramah lingkungan.
Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang mengusung tema “Daur Ulang dan Ramah Lingkungan”. Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari pelajar SD hingga SMP berpartisipasi dalam acara ini, dengan memanfaatkan limbah plastik, kertas, dan bahan-bahan rumah tangga bekas untuk menciptakan karya busana yang tidak hanya artistik, tetapi juga memiliki pesan kuat tentang keberlanjutan dan pengelolaan sampah.
Baca Juga : Senator Irman Gusman kunjungi dan support Padang Panjang hadirkan dapur MBG
Plt Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kota Padang Panjang, Syahrial, memberikan apresiasi terhadap kreativitas para peserta. “Anak-anak ini telah berhasil mengubah limbah menjadi karya seni yang edukatif dan menginspirasi. Kreativitas mereka patut diapresiasi, sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dini,” ujar Syahrial.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melatih kreativitas anak-anak, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Para peserta diberi kebebasan untuk memilih bahan bekas yang akan diolah, dari limbah plastik, kertas, hingga bahan-bahan yang biasa ditemukan di rumah tangga. Semua bahan tersebut diubah menjadi busana yang menarik, penuh warna, dan memiliki pesan kuat untuk mengurangi sampah plastik.
Tiga juri yang ditunjuk untuk menilai penampilan peserta adalah Wella Endangsari, Rayosha Nabila Putri, dan Tarisa Elvia. Penilaian dilakukan berdasarkan empat kriteria utama: kreativitas dalam pemanfaatan bahan daur ulang, variasi limbah yang digunakan, penampilan peserta, serta kerapian dan estetika busana yang dihasilkan. Setiap karya busana tidak hanya dinilai dari sisi estetika, tetapi juga dari sejauh mana peserta mampu menyampaikan pesan ramah lingkungan melalui pilihan bahan yang mereka gunakan.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Shakila Heston, yang tampil memukau dengan gaun yang dirancang dari plastik bekas bungkus belanja online. Gaun tersebut tidak hanya memperlihatkan keterampilan dalam mendaur ulang sampah, tetapi juga mengangkat isu meningkatnya volume sampah akibat maraknya e-commerce di masyarakat. “Saya ingin mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik demi menjaga kelestarian lingkungan kita,” ujar Shakila, yang tampil percaya diri di atas panggung.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar, yang merasa terinspirasi oleh karya-karya peserta dan ide di balik lomba ini. Tidak hanya untuk para pelajar, acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya daur ulang dan penggunaan bahan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan pada Jumat (15/8/2025) di lokasi yang sama. Acara penutupan akan diwarnai dengan penampilan band yang akan semakin memeriahkan suasana. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu sampah dan lingkungan, serta mendorong generasi muda untuk terus berkreasi dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, lomba ini menekankan semangat perjuangan dengan cara yang unik dan modern, mengajak semua pihak untuk ikut berkontribusi dalam menjaga bumi dengan cara yang lebih kreatif dan bertanggung jawab. Gerakan ini juga menjadi langkah positif dalam mewujudkan Kota Padang Panjang yang lebih bersih, hijau, dan ramah lingkungan.












