Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Banjir Sumbar Renggut Nyawa Mahasiswa UNP, Ratusan Lainnya Kehilangan Tempat Tinggal

UNP lakukan pendataan lanjutan, salurkan bantuan, dan membuka posko untuk ratusan mahasiswa yang menjadi korban banjir.

Ratusan Mahasiswa UNP Terdampak Banjir Sumbar, Satu Mahasiswa Meninggal Dunia
Ratusan Mahasiswa UNP Terdampak Banjir Sumbar, Satu Mahasiswa Meninggal Dunia
Shoppe Mall

UNP Umumkan 278 Mahasiswa Terdampak Banjir

Bukittinggi : Universitas Negeri Padang (UNP) mengonfirmasi bahwa sebanyak 278 mahasiswanya terdampak banjir besar yang melanda Sumatera Barat. Bencana yang terjadi secara mendadak itu menyebabkan kerugian besar bagi mahasiswa, terutama yang tinggal di kawasan rawan dan padat penduduk. Banyak dari mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang penting saat air naik dengan cepat.

Dalam laporan resmi, UNP menyampaikan bahwa dampak terbesar dirasakan oleh mahasiswa yang tinggal di dekat aliran sungai dan daerah rendah. Kos-kosan mereka tergenang air hingga merusak fasilitas tempat tinggal. Beberapa kamar bahkan tidak bisa dihuni lagi karena kerusakan struktural setelah diterjang banjir.

Shoppe Mall

UNP juga memastikan bahwa satu mahasiswa dinyatakan meninggal dunia akibat bencana ini. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pihak rektorat, yang mengungkapkan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Pihak kampus menegaskan bahwa mereka akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga dalam proses administrasi dan penanganan lanjutan.

Pihak rektorat juga mengintruksikan seluruh fakultas untuk melakukan pendataan lanjutan terhadap mahasiswa yang terdampak. Pendataan dilakukan secara terkoordinasi agar seluruh bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. UNP menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun mahasiswa yang terlewat dari proses bantuan.

Di lapangan, organisasi kemahasiswaan juga bergerak cepat melakukan pemetaan kondisi. Mereka mengunjungi sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan para mahasiswa dalam keadaan aman. Banyak mahasiswa yang kini harus mengungsi sementara waktu karena tempat tinggal mereka rusak atau tidak dapat ditempati lagi.

"UNP merilis data: 349 akademika terdampak banjir Sumbar, satu mahasiswa meninggal."
“UNP merilis data: 349 akademika terdampak banjir Sumbar, satu mahasiswa meninggal.”

Baca Juga : Tragedi Banjir Bandang Padang Panjang: Jumlah Korban Tewas Meningkat Jadi 36 Orang


Kehilangan Tempat Tinggal dan Peralatan Belajar

Banyak mahasiswa UNP melaporkan bahwa barang-barang berharga mereka, termasuk laptop dan dokumen akademik, rusak akibat banjir. Air bah yang datang pada malam hari membuat sebagian besar tidak punya waktu untuk menyelamatkan barang-barang tersebut. Kejadian ini membuat aktivitas kuliah mereka terhambat karena sebagian besar peralatan belajar hilang atau tidak bisa digunakan lagi.

Sebagian mahasiswa yang berasal dari luar daerah kini tinggal sementara di posko pengungsian, rumah kerabat, atau fasilitas kampus yang disiapkan secara mandiri oleh organisasi mahasiswa. Mereka mengaku kesulitan untuk melanjutkan kegiatan perkuliahan karena kondisi fisik dan mental yang masih terguncang akibat bencana.

UNP telah menurunkan tim khusus untuk mengecek kondisi lapangan, termasuk tempat tinggal mahasiswa yang terdampak. Tim ini mendokumentasikan kebutuhan utama mahasiswa agar bantuan yang diberikan lebih terarah. Perwakilan fakultas juga ikut turun langsung untuk memastikan mahasiswa mereka mendapatkan dukungan yang diperlukan.

Para relawan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa membuka donasi untuk membantu kebutuhan mendesak seperti pakaian, makanan, alas tidur, dan perlengkapan mandi. Dapur umum yang dibangun beberapa fakultas juga mulai beroperasi untuk memastikan mahasiswa yang terdampak mendapatkan makanan hangat setiap hari.

Di samping bantuan logistik, UNP juga sedang mempertimbangkan kebijakan akademik khusus, seperti perpanjangan waktu pegumpulan tugas, penjadwalan ulang ujian, hingga opsi cuti akademik bagi mahasiswa yang benar-benar tidak mampu melanjutkan kuliah sementara waktu. Kebijakan ini disusun agar mahasiswa tetap bisa menata ulang kehidupan mereka tanpa terbebani oleh urusan akademik.


Program Pemulihan Jangka Panjang UNP

UNP berencana meluncurkan program pemulihan jangka panjang bagi mahasiswa yang terdampak banjir. Program ini mencakup bantuan dana darurat, dukungan psikososial, hingga pemberian peralatan belajar baru bagi mahasiswa yang kehilangan properti mereka. Kampus berkomitmen memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan terstruktur agar mahasiswa bisa kembali belajar dengan nyaman.

Posko bantuan resmi UNP, yang dikelola oleh BEM dan lembaga kemahasiswaan lainnya, menerima berbagai jenis bantuan dari alumni, masyarakat, dan lembaga kemanusiaan. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi utama untuk distribusi bantuan yang masuk sehingga mahasiswa dapat menerima dukungan sesuai kebutuhan masing-masing.

Pihak rektorat menyampaikan bahwa kondisi psikologis mahasiswa juga menjadi perhatian utama. Banyak mahasiswa mengalami trauma akibat derasnya arus air dan kepanikan yang terjadi saat banjir menerjang. Oleh karena itu, kampus akan menyediakan konseling bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan selama masa pemulihan.

Selain dukungan psikologis, UNP juga sedang berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta untuk memperbaiki fasilitas umum dan akses transportasi yang rusak akibat banjir. Upaya ini dianggap penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali, terutama bagi mahasiswa yang tinggal cukup jauh dari kampus.

UNP berharap bahwa bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban mahasiswa dan mempercepat proses pemulihan. Kampus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu para penyintas banjir, terutama mahasiswa yang masih berjuang untuk kembali menata hidup mereka. Solidaritas dianggap sangat penting dalam menghadapi masa-masa pemulihan bencana.

Shoppe Mall